Minggu, 01 April 2018

MAJALAH NAHDLATUL ULAMA AULA


Majalah Aula, majalah bulanan yang diterbitkan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Terbit resmi dengan SK PWNU Jawa Timur tahun 1978. Sepuluh tahun kemudian, majalah ini mendapat Surat Izin Terbit Menteri Penerangan 1987. Penerbitan majalah ini berkantor di Jalan Raya Darmo 96 Surabaya. Sejak Maret 2007 kantor Aula pindah ke kantor PWNU Jawa Timur yang baru, Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9, Gayungsari, Surabaya. DAn saat ini bernaung dibawah PT Aula Media Nahdlatul Ulama.

Eksistensi majalah NU ini melewati melewati tiga tahap. Pertama, tahap perintisan. Pada mulanya (1975), Aula masih bernama Risalah NU, adalah siaran berkala dari PWNU Jawa Timur. Hanya pada saat diperlukan terbit dalam bentuk stensilan. Kadang hanya dua halaman sekali terbit.

Kedua, tahap mencari bentuk amatir. Nama Buletin Nahdlatul Ulama Wilayah Jawa Timur (1978), biasa dikenal dengan nama Buwilnu. Sudah teratur terbit, tetapi masih dibagikan gratis kepada PCNU se-Jawa Timur. Biaya diperoleh dari infaq dan kekurangannya ditutup oleh PWNU. Pimpinannya KH Anas Thohir, saat itu Ketua Bagian Dakwah (sebutan LDNU) PWNU Jawa Timur.

Tahun 1980, nama Buwilnu diganti menjadi Majalah Aula. Tampilannya juga makin “seperti majalah”. Biaya terbitnya, selain dari infaq dan PWNU, juga dari iklan. Manajemen masih sederhana, asal bisa terbit.

Ketiga, tahap profesional. Akhir 1984, ketika itu KH Anas Tohir menjabat Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, mengajak Abdul Wahid Asa (Wakil Ketua Lembaga Dakwah) untuk menerbitkan Aula lebih mandiri. Bantuan PWNU dan Infaq sengaja diberhentikan. 

Mulai saat itulah Aula terbit dengan biaya sendiri. Slogan manajamennya: setiap majalah yang keluar harus menjadi uang, dan 80 persen berhasil. Iklan didapatkan dan langganan menjadi andalan biaya penerbitan. Diadakan pembagian kerja yang tegas antara bidang redaksional dan perusahaan.

Aula mempunyai slogan: Bacaan Santri, Kiai, dan Pemerhati. Ambisinya memang menjadi majalah Nahdlatul Ulama, tidak ingin menjadi majalah umum atau majalah Islam lainnya. Dengan itu, diharapkan siapa pun yang ingin mengetahui NU dapat merujuk ke majalah Aula, dan terbukti pelanggan majalah ini bukan hanya warga NU, tapi siapa saja yang ingin tahu NU.

Setelah KH Anas Thohir wafat pada 10 Juli 1987, Pemimpin Umum diganti Pjs. oleh KH A. Hasyim Muzadi. Kemudian pada 1991 diganti Pj. Pemimpin Umum oleh Choirul Anam, dan hingga sekarang dijabat oleh Abdul Wahid Asa, Pemimpn Perusahaan Habib Wijaya, dan Pemimpin Redaksi Riyadi Ngasiran.

Disari berbagai sumber. (NU Online dan sumber lain)

AULA BUNDEL TAHUNAN
AULA BUNDEL pandangan dari atas










Khusus Wilayah Kabupaten Temanggung Anda bisa berlangganan di sms/ WA/ Telphon 0852-9276-8691, atau datang ke alamat Ngaglik, Jragan 02/04 Tembarak Temanggung Jateng, dan siap menerima layanan antar ke rumah / kantor pelanggan.


(Bagi yang berminat menjadi sub agen kecamatan bisa juga mengajukan diri ke alamat tersebut atau WA di 0852-9276-8691).



AULA BULAN JANUARI, FEBRUARI DAN MARET 2018

 


Foto Cover Majalah AULA edisi lama.





































Minggu, 11 Maret 2018

KBIH BABUSALAM NU TEMANGGUNG KEJAR TAYANG GLADI POSKO KAROM DAN KARU

Salah satu pembimbing sedang memberikan pengarahan


Temanggung (11/04) bertempat di Komplek Babusalam yang bersebelahan dengan STAINU Temanggung menggelar gladi kepala rombongan dan kepala regu haji 2018. Tahun ini Babusalam memberangkatkan sekitar 700 jama’ah haji ke tanah suci.

Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) memiliki peran yang sangat penting bagi jamaah haji. Perannya mulai dari pendataan awal hingga selesainya seluruh kegiatan haji.

"Ketua Rombongan dan Ketua Regu mempunyai peran yang sangat penting dalam memperlancar perjalanan dan ibadah haji baik mulai di tanah air ataupun ketika di Tanah Suci . Diantara tugas yang paling utama adalah membantu petugas kloter dalam  pelayanan  akomodasi, adminstrasi dan konsumsi jamaah haji", tutur  H. Rohmadi Sekretaris KBIH Babussalam saat berikan materi gladi.

Suasana pemberian materi


Tak hanya itu, pada kegiatan gladi Karom dan Karu juga membedah seluruh tugas dan fungsi pelaksanaan Karom dan Karu. Seluruh kegiatan tak lepas dari peran Karom dan Karu.


“Karom dan Karu membantu suksesnya seluruh kegiatan yang diawali dari Pendopo Pengayoman, Embarkasi Donohudan Solo, di dalam pesawat, Bandara Jedan / Madinah, di Masjidil Haram hingga kegiatan puncak ibadah haji di Arofah Mina dan Muzdalifah, hingga ditutup Tawaf Wada”, tutur H Badarudin, M.Ag sebagai koordinator.
“Untuk pendalaman lebih lanjut dijelaskan bahwa sebagai tutor atau instruktur dalam kegiatan tersebut adalah para Pembimbing KBIH Babussalam yang berpengalaman menjadi petugas kloter”, pungkas Ketua KUA Pringsurat ini.



Acara yang digelar sehari ini dipungkasi oleh KH Tadjudin Noor,Lc selaku Ketua KBIH Babusalam Temanggung. Dalam penutupan mantan ketua PCNU ini bmenyampaikan pesan kepada Karom dan Karu untuk mendasari tugas ini dengan tulus dan ikhlas yang didasari semata-mata untuk beribadah kepada Alloh SWT, serta untuk membantu sesama jamaah.


“Mari kita tata niat kita kembali untuk membantu jamaah haji yang lain tentu saja dengan niatan yang tulus ikhlas dan mengharap ridho dari Alloh Swt, sehingga dengan niatan itu semua yang kita lakukan akan mengandung nilai ibadah”, pungkas KH Tadjuddin Noor. (Nur Makhsun)



Selasa, 06 Maret 2018

ANSOR KANDANGAN GELAR PKD SEKALIGUS DIKLATSAR



Gerakan Pemuda Ansor PAC Kecamatan Kandangan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda Ansor dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser. Kegiatan ini tak lepas dari agenda organisasi untuk menyuburkan proses kaderisasi di tubuh Ansor-Banser. Agenda ini digelar selama 3 hari berturut-turut, yakni mulai hari Jum'at, (2/4) hingga ditutupnya acara pada hari Ahad (4/3).

PKD dan Diklatsar ini terlaksana di kompleks Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Termas Kandangan. Tak kepalang tanggung peserta yang mengikuti prosesi ini terbilang cukup banyak, yakni 195 peserta. Peserta terbagi menjadi dua kelompok kegiatan untuk Ansor sebagai peserta PKD 45 orang adapun Banser sebagai peserta Diklatsar sebanyak 150 orang.

Seluruh kegiatan Ansor-Banser tentu termuat di dalamnya sebuah Visi dan Misi serta tujuan yang jelas. Adapun kesempatan ini PKD dan Diklatsar mengandung tujuan untuk turut serta menyiapkan kader NU yang siap membela Ulama. Tak hanya itu, Pengurus PAC berharap peserta kegiatan ini juga mampu menjadi benteng Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah serta menjadi penjaga utuhnya eksistensi NKRI.

Meskipun hanya tiga hari, namun kegiatan kali ini cukup bisa dibilang padat berisi. Pasalnya banyak materi yang cukup berat yang disampaikan kepada Peserta. Diantara materi tersebut ialah Keagamaan dan Kebangsaan, Administrasi Organisasi, Leadership, Kesiap-siagaan, Pengamanan, Enterpreneurship, dan lain sebagainya. Menariknya, kegiatan kaderisasi ini juga tersirat dengan banyak hal diantaranya Pembentukan karaker disiplin, mandiri, terampil, tegas dan berani. Untuk mencakup esensi tujuan itu semua panitia menuangkan dalam bentuk kegiatan baris berbaris, olah fisik, susur medan, tata upacara bendera dan lain sebagainya.

Rangkaian acara pendidikan kader ini akan dipungkasi dengan pembaretan dan upacara penutupan pada hari Ahad 4 Maret 2018, sekitar pukul 16.00 di halaman MI Ma'arif Termas Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung yang tentu saja dihadiri jajaran Pengurus Cabang Ansor Kabupaten Temanggung. (Yusuf/Ja'far)










Pagar Nusa Temanggung Gelar Musker



Pengurus Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Temanggung Periode  tahun 2017 - 2022  menyelenggarakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) pada hari Minggu , 4 Maret 2018.

Muskercab ini merupakan salah satu permusyawaratan tertinggi PC PSNU Pagar Nusa yang dilaksanakan di Komplek Pondok Pesantren Hidayatullah Desa Tuksongo Kecamatan Pringsurat Kabupatèn Temanggung . Jumlah peserta Muskercab 57 orang,  yang terdiri dari : Peserta penuh dan peserta peninjau. Peserta penuh adalah  Pengurus Cabang PSNU Pagar Nusa Temanggung.  Peserta peninjau adalah unsur pengurus suriyah dan unsur pengurus tanfidziyah PC  NU Temanggung dan Dewan Khos Pagar Nusa yang diundang resmi oleh Panitia, Dewan Khos PC Pagar Nusa, Utusan Padepokan Silat yang bergabung dalam wadah PSNU Pagar Nusa, seperti LGBR, Gasmi, Ababildan Cimande serta media massa.

Tujuan kegiatan Muskercab PC PSNU Pagar Nusa ini antara lain:
1.       Mengevaluasi Pelaksanaan Program kerja PC PSNU NU, serta sebagai Laporan Berkala kepada  PC NU.
2.       Membahas dan Menetapkan Kerangka Kerja Bidang Strategis sesuai dengan perkembangan Pencak Silat NU di tengah masyarakat
3.       Membahas dan Menetapkan Kerangka Kerja Penyelesaian masalah Organisasi dan keanggotaan.

Rangkaian acara dimulai dari upacara pembukaan yg dihadiri oleh PC NU Temanggung, Dewan Khos dan  PC PSNU Pagar Nusa Temanggung, dilanjutkan Sidang Pleno yang dibagi menjadi 3 komisi:
Komisi A dengan agenda pembahasan sidang bidang Advokasi dan hukum, bidang Komunikasi dan penguatan jaringan, serta bidang ketabiban.  Komisi B agenda Sidang Pengembangan seni bela diri, bidang wasit Juri, dan bidang  pasukan inti. Komisi C. Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bidang Pengembangan ekonomi kreatif, serta bidang pengembangan organisasi dan keanggotaan.
Beberapa hasil sidang Pleno Muskercab jni antara lain:
a. Pengurus Cabang segera merumuskan Program kerja dan rencana strategis terkait dengan penguatan organisasi dan jaringan ke seluruh Anak Cabang (Kecamatan) se-Kab. Temanggung
b. Merekomendasikan kepada semua pangkalan dan Padepokan silat yg bergabung dalam wadah PSNU Pagar Nusa Temanggung nuntut melakukan updating data keanggotaan untuk selanjutnya dibuatkan KTA  sekaligus diagendakan untuk pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada tahun ini.
c. Membentuk tim ekonomi kreatif untuk kelangsungan organisasi sebagai Badan Otonom NU yang mandiri, dan mampu menjawab berbagai tantangan kegiatan berbasis manajemen yang profesional.
d. Meningkatkan peran dan fungsi PSNU Pagar Nusa sebagai Benteng Ulama, Benteng Nusa Bangsa dan Agama  serta Olah Raga Prestasi untuk terjun di kancah Kejurkab, Kejurda dan Kejurnas,  serta even even POPDA, Kejurprov, PON dll.

sebagai bagian akhir dari Muskercab dilanjutkan dengan sidang Paripurna untuk menetapkan hasil sidang Pleno oleh ketua PC PSNU Pagar Nusa beliau K. Dukut Sri Widayat, S. Pd. I.  dan dilanjutkan dengan upacara penutupan pada hari Minggu, 4 Maret 2018, sekitar pukul 15.00 Wib .

Temanggung, 4 Maret 2018
Litbang PC PSNU Pagar Nusa Temanggung
EKO PURWANTO, S. Pd. I.

Rabu, 20 Desember 2017

Buku Baru Berkualitas Toko Buku Barokah Ilmu Temanggung




GUS MAKSUM LIRBOYO PENDEKAR PAGAR NUSA 

GUS MAKSUM LIRBOYO PENDEKAR PAGAR NUSA 
penulis : Ahmad Ali Adhim 
penerbit : Global Press
Harga : Rp 35.000,-
==================================
PESAN DI WA 0857-2825-7279
==================================
Sebagai seorang kiai, Gus Maksum berprilaku nyeleneh menurut adat kebiasaan orang pesantren. Penampilannya nyentrik. Dia berambut gondrong, jengot dan kumis lebat, kain sarungnya hampir mendekati lutut, selalu memakai bakiak. Lalu, seperti kebiasaan orang-orang jadug di pesantren, Gus Maksum tidak pernah makan nasi alias ngerowot. Uniknya lagi, dia suka memelihara binatang yang tidak umum. Hingga masa tuanya Gus Maksum memelihara beberapa jenis binatang seperti berbagai jenis ular dan unggas, buaya, kera, orangutan dan sejenisnya.Dikalangan masyarakat umum, Gus Maksum dikenal sakti mandaraguna. Rambutnya tak mempan dipotong (konon hanya ibundanya yang bisa mencukur rambut Gus Maksum), mulutnya bisa menyemburkan api, punya kekuatan tenaga dalam luar biasa dan mampu mengangkat beban seberat apapun, mampu menaklukkan jin, kebal senjata tajam, tak mempan disantet, dan seterusnya. Di setiap medan laga (dalam dunia persilatan juga dikenal istilah sabung) tak ada yang mungkin berani berhadapan dengan Gus Maksum, dan kehadirannya membuat para pendekar aliran hitam gelagapan. Kharisma Gus Maksum cukup untuk membangkitkan semangat pengembangan ilmu kanuragan di pesantren melalui Pagar Nusa.
Nama Gus Maksum memang selalu identik dengan dunia persilatan, tentu kita tidak asing lagi dengan Nama PAGAR NUSA yaitu ikatan pencak silat Nahdlatul ulama yang dididirikan pada tanggal 3 januari 1986 di pondok pesantren Lirboyo oleh para kyai-kyia NU dan sekaligus mengukuhkan Gus Masum sebagai ketuanya.
Gus Maksum wafat di Kanigoro pada 21 Januari 2003 lalu dan dimakamkan di pemakaman keluarga Pesantren Lirboyo dengan meninggalkan semangat dan keberanian yang luar biasa.




Al-Jawi al-Makki : Kiprah Ulama Nusantara di Haramain


Al-Jawi al-Makki : Kiprah Ulama Nusantara di Haramain
==========================
Harga : Rp 90.000
==========================
PESAN WA 0857-2825-7279
==========================
"Buku ini menjadi saksi sejarah bahwa ulama-ulama Aswaja Nusantara yang notabenya adalah alumni pesantren mampu membawa nama harum bangsa Indonesia hingga ke ranah Internasional.”
-Prof. Dr. M. Abdul Karim, M. A., M. A.-
(Guru Besar Sejarah Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

“I have browsed this work authored by the honourable scholar Amirul Ulum and have found it to be of immense benefit for those who want to observe the dedication and contribution of the Malay scholars in Hejaz to the preservation of the sacred Prophetic Tradition.”
-al-Syeikh al-Musnid Muhammad Daniel al-Muhajir-
(Musnid has Ijazah from 400 + Scholars and The Founder of Cordoba Academy UK)
“Buku ini menjadi informasi penting dalam menggali lebih dalam tentang peranan ulama Nusantara dalam mewarnai khazanah pemikiran Islam, baik yang berskala nasional maupun internasional.”
-KH. Mahfud Ridwan-
(Pengasuh PP. Edi Mancoro Salatiga).
"Jaringan Islam dan Ulamanya tidak bisa dilepaskan dari Hijaz. Hijaz menjadi titik Nun atas jaringan-jaringan tersebut. Buku ini telah mengungkapkan bagaimana Ulama Nusantara (abad 18-20) memerankan jaringannya sehingga membuat Nusantara disegani hingga manca negara."
(KH. Majid Kamil MZ, Pengasuh PP. Al Anwar Sarang).
“Buku karya Sdr. Amirul Ulum di tangan Anda ini memberi sumbangan penting untuk mengetahui bagaimana diskursus ilmu-ilmu Islam itu berkembang dan studi Islam dijalankan oleh ulama al-Jawi di Haramain yang kemudian membangun basisnya di pesantren.”
Dr. Mastuki Hs., M.Ag
(Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag RI, Direktur Pascasarjana Progam Magister Islam Nusantara UNUSIA Jakarta)
“So the book is a tremendous effort by Ustadh Amirul Ulum to document the lives of some of the scholars of Indonesia and is a book that deserves to be translated into English so others could familiarise themselves with these luminaries.”
-Syaikh Shoayb Ahmed-
(Scholar From South Africa)






Mengenal Tarekat ala Habib Luthfi bin Yahya: nasihat spiritual
Mengenal Tarekat ala Habib Luthfi bin Yahya: nasihat spiritual
Pengarang : Habib Luthfi bin Yahya
Penerbit Hayat Pub., 2006
ISBN 9791535302, 9789791535304
Tebal 225 halaman
Harga : Rp 65.000,-
=================================
PESAN WA 0857-2825-7279






Secercah Tinta Jalinan Cinta Seorang Hamba Dengan Sang Pencipta
Secercah Tinta Jalinan Cinta Seorang Hamba Dengan Sang Pencipta
===================================
Harga: Rp. 65.000
===================================
Pesan WA di 0857-2825-7279
===================================
Secercah Tinta
Jalinan Cinta Seorang Hamba Dengan Sang pencipta
penulis : KH. Al habib Muhammad luthfi Bin Yahya
Penerbit:Menara Publisher
ukuran : 13,5 x 20,5 cm : 416 Halaman
ISBN:978-602-18230-0-2

"... Habib Luthfi memang merupakan pembicara yang tausiah dan nasihat-nasihatny banyak dinmantkan oleh masyarakat muslim, terutama di tanah Jawa. Tema apa pun yang disampaikannya disampaikan secara santai, dengan bahasa yang komunikastif, dan kaya referensi. Buku yang kini di tangan anda merupakan teks penting yang dapat menutup kelemahan pengajian dan sekaligus dapat dijadikan 'pengajian harian'..."
KH.A.Mustofa Bisri
(Wakil Rais 'Am Syuriah dan budayawan)
"...Hadirnya buku ini, merupakan sebuah bentuk aplikasi ke-Aswaja-an (Ahlu Suunah wal-Jama'ah) dalam konteks ruhaniyah dengan menghadirkan tasawuf sebagai media menyelami kehidupan melalui Aswaja. Semoga dengan torehan-torehan tinta habib M. Luthfi bin Ali bin Yahya ini dapat tercipta semangat religiusitas, nasionalisme, pluralitas, serta humanitas..."
Profesor.Dr.KH.Said Agil Siradj, MA
(Ketua Umum PBNU)
"saya merasa terhormat dengan berkesempatan membaca buku Sayid al-Habib Luthfi tersebut... saya membaca judul-judul tulisan yang merupakan hasil dari pemikiran, bersumber dari kedalaman hati dan memancarkan cahaya
(karena memuat riwayat hidup Nabi Saq. Sahabat, tabi'in dan para Ulama) .... Saya sangat berharap (agar murid al-Habib Luthfi) memikirkan penerjemahannya kedalam bahasa-bahasa lain selain bahasa Indonesia. Agar buku yang saya sarat dangan penalaran, spiritual damn istimewa ini bermanfaat lebih luas lagi"
Al-Habib Zaid bin Abdurahman bin Yahya, MA
(Ulama dan intelektual Muda, Tarim, Yaman)
"Maulana Habib Luthfi tak henti-hentinya menekankan betapa pentingnya sejarah dan pemahaman terhadapnya dalam proses pendakian jenjang spiritual. Beliau tampak jelas sekali mengafirmasi danpenggalian ilmu justru sebgai ibadah itu sendiri, dan bukan hanya sebatas persiapan untuk ibadah..."
Ismail Fajrie Alatas
(Intelektual Muda Ph.D Candidate Universitas of Michigan As)

Untuk alamat kami TOKO BUKU BAROKAH ILMU TEMANGGUNG, bisa searching di Google Map : https://www.google.co.id/maps/place/Toko+Buku+Barokah+Ilmu/@-7.3398249,110.1695093,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e7a82eff57e9f23:0xfa40aaecd7356513!8m2!3d-7.3398302!4d110.171698

Jumat, 15 Desember 2017

NU Care Lazisnu Temanggung, Makin dipercaya


Temanggung-(13/12) Bencana yang merebak dibeberapa daerah membuat warga Nahdiyyin Temanggung tergerak. Pacitan, Wonogiri, Bantul merupakan sebuah daerah yang saat ini cukup disorot karena kejadian alam ini. Semua kejadian tersebut bisa dikata sebagai musibah ataupun cobaan semua bergantung dari tindak tanduknya masing-masing.
Warga Nahdliyyin Temanggung melihat kejadian alam itu, tak cukup menjadi penonton. Semua mengambil peran untuk memberikan sesuatu bagi korban bencana. Ada yang menyerahkan sejumlah donasi, pakaian pantas pakai, beras, mie instan dan barang-barang berharga lain untuk korban tersebut. Aneka bantuan tersebut berasal dari banyak daerah di Temanggung. Tiap MWC melakukan hal yang sama, hingga badan otonom NU ikut bertindak demi program kemanusiaan ini. Terlebih setelah PCNU mengeluarkan interuksi. Semua dikumpulkan dalam satu wadah program Donasi Tanggap Bencana NU Care Lazisnu Temanggung.
Selepas interuksi tersebut dilayangkan, NU Care Lazisnu Temanggung pasang badan sebagai garda terdepan untuk menjadi mediator. Dalam kurun waktu satu minggu terkumpul sejumlah uang Rp. 16.570.000,- (Enam belas juta lima ratus tujuh puluh ribu rupiah), beras 34 karung, pakaian pantas pakai 43 dus , mie instan 54 dus dan barang lain yang bermanfaat bagi korban bencana.
“Dari 46 donatur yang masuk ada yang menyetorkan langsung kepada petugas, ada pula yang transfer ke rekening Lazisnu Temanggung” kata H Sujari ketua Lazisnu Temanggung. Meskipun beliau menjabat sebagai Ketua Lazisnu baru terhitung 2 tahun, namun tingkat kepercayaan kepada lembaga infaq milik NU ini semakin meningkat. Baik dari internal keluarga NU sendiri ataupun diluar NU.
“Alhamdulillah lambat laun Lazisnu semakin dipercaya oleh masyarakat, baik dari internal NU sendiri maupun luar NU, terbukti ada satu lembaga pendidikan bukan milik NU namun juga memberikan donasinya kepada Lazisnu” tukas Kepala KUA Temanggung ini.

Seluruh donasi dan bantuan tersebut disalurkan ke NU Care Lazisnu Wonogiri bertepatan Selasa 12 Desember 2017, bantuan tersebut secara simbolik langsung diterima oleh jajaran PCNU Wonogiri. Tak puas dengan itu semua, selepas pengiriman bantuan tersebut Pak Jari bertekad untuk melanjutkan program Donasi Tanggap Bencana untuk Tahap yang ke-2. [ja’far]

1) Galeri Pengumpulan bantuan tanggap bencana.






2) Galeri pengiriman bantuan ke Wonogiri







untuk mengetahui galeri kegiatan tersebut silahkan klik : https://www.facebook.com/lazisnu.kabtemanggung


DIDIN DAN AINI PIMPIN RANTING IPNU IPPNU JRAGAN

PROSESI PEMILIHAN KETUA Temanggung (25/12) bertempat di TPQ Kiai Juragan Desa Jragan Kecamatan Tembarak tak kurang dari 50 kader m...